Jangan engkau simpan sendiri rahasia hatimu, sahabatku!. Katakan kepadaku, hanya kepadaku, dengan diam-diam. Engkau yang tersenyum begitu lembut, berbisik halus, hatikulah yang ingin mendengar rahasia itu, bukan telingaku. Malam telah larut, rumah ini sunyi, dan sarang burung-burung tertangkup dalam tidur. Katakan rahasia hatimu kepadaku dengan airmata yang terpana, lewat senyuman yang ragu, lewat malu yang manis, dan kepedihan.!
Engkau awan senja yang melayang di langit mimpi-mimpiku. Kulukiskan engkau dengan warna-warni kerinduan hati. Engkau milikku, milikku, pengelana dalam mimpi-mimpiku yang tak bertepi!. Kakimu merah mawar oleh bara gairah hatiku, pemungut nyanyian senjaku!. Bibirmu manis –pedih oleh anggur kesedihanku. Engkau milikku, milikku, pengelana dalam mimpi-mimpiku yang sunyi!. Dengan hembusan nafasku kugelapkan matamu, pemburu dipadang hatiku. Aku telah menangkap dan menjeratmu, kekasihku, dalam jala musikku. Engkau milikku, milikku, pengelana dalam mimpi- mimpiku yang abadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar